pengukuhan pengurus MUIBanjarbaru Kamis (15 Oktober 2015) Pj Walikota Banjarbaru yang diwakili oleh Plt Sekda Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah MSi saat menghadiri sekaligus mengukuhkan Dewan Pimpinan MUI Kota banjarbaru Masa Khidmat 2015-2020, bertempat di Aula Gawi Sabarataan Kota Banjarbaru. Tampak MUI  Kalsel yang diwakili oleh KH Husin Nafarin, Ketua DPRD Banjarbaru H AR Iwansysah, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Banjarbaru H Zainal Ilmi dan jajaran pengurus MUI Kota Banjarbaru.

Drs H Rusfandi selaku panitia berharap pengukuhan dapat berjalan dengan lancar dan hidmat dan kepada pengurus yang baru agar dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Sementara itu Ketua MUI Kota Banjarbaru H Nafiah Muhja menyampaikan bahwa selain silaturahmi juga dilakukan pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Kota banjarbaru Masa Khidmat 2015-2020. H Nafiah Muhja berharap kepada pengurus MUI Banjarbaru harus lebih baik lagi daripada kepengurusan yang terdahulu.

Ketua MUI Kalsel yang diwakili oleh KH Husin Nafarin mengatakan agar selalu iistiqamah dalam melayani umat. KH Husin Nafarin meminta kepada seluruh pengurus MUI Banjarbaru  tetap memegang amanah yang harus dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akhirat. Ia juga berpesan agar pengurus MUI lebih banyak bertindak sebagai mitra pemerintah

Plt Sekda Drs H Said Abdullah mengatakan fungsi utama ulama adalah sebagai pewaris para nabi. Jadi, para ulama mesti membuktikan perilaku dan kepribadian nabi dalam kehidupan sehari-hari. memberi contoh ke umat dalam hal kebaikan dan kebajikan jauh lebih bermanfaat dari pada sekedar mengajak dan menghimbau. Fungsi lain para ulama adalah para ulama sebagai pelayan umat (khodimul ummah). Dalam posisi inilah pentingnya kesediaan para ulama untuk dihubungi dan didatangi umat yang memerlukan pencerahan dan atau fatwa agama. ulama tidak boleh eksklusif dengan menjauh dari umat.

Tekankan keterbukaan dan kebersamaan dikalangan ulama dan di tengah umat. Said Abdullah berharap pengukuhan pada hari ini semakin memperkuat ikatan ukhuwah islamiyah kita dan pada kesempatan itu Said Abdullah juga mengingatkan, bahwa Majelis Ulama Indonesia Banjarbaru merupakan organisasi musyawarah para ulama yang bukan sekedar “cap stempel” kebijakan pemerintah. Artinya, majelis ulama adalah lembaga independen yang sangat strategis yang diperlukan eksistensinya dalam upaya meningkatkan kualitas moral, toleransi dan ketaqwaan umat. (Upik Hms Pemko Bjb) oviek.gagah@gmail.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *